Rabu, 09 Mei 2012

Filsafat Kehidupan


FILSAFAT KEHIDUPAN
Oleh : Rosmalia Eva


Apalah arti sebuah kebahagiaan tanpa nama cinta. Apalah arti senyuman tanpa sebuah naluri hati yang menyenangkan. Perjalanan hidup yang panjang ini membuat kita semakin terus berpikir dan berpikir. Apakah semua yang telah kita jalani adalah sebuah kesempurnaan ataukah hanya sebuah perjalanan yang mesti dilalui. Pelajaran hidup demi pelajaran hidup selalu dilalui dan memberikan sebuah pencerahan untuk masa depan. Terkadang semua itu dilalui dengan sebuah tawa, senyuman dan tangisan. Hidup adalah sebuah perang. Perang dimana kita harus memeranginya dengan kesabaran dan ketenangan. Jangan sampai terjerumus ke dalam jurang kekalahan.
Bagaikan papan catur, makan lawan atau dimakan lawan. Itulah kehidupan. Emosi dan keegoisan dalam diri kita selalu ada ketika menjalani semua masa-masa yang sulit dan tenang. Sampai kapan kehidupan ini akan terus berjalan? Sampai nanti pada akhirnya menemukan sebuah kepuasan. Tapi, pada hakikatnya manusia tidak akan selalu merasa cukup dengan apa yang telah didapatkan. Kebutuhan itu selalu saja ada. Dan manusia tidak dapat hidup berdiri sendiri, pastilah membutuhkan orang lain.
Kehidupan yang sempurna adalah kehidupan yang dapat memberikan makna bagi kehdupan umat manusia. Kesempurnaan dari emosional dalam jiwalah yang akan mendorong kehidupan yang lebih riil. Kebutuhan emosional yang membuat semuanya akan lebih bermakna. Dalam emosional yang ada pada diri kita ada sebuah cinta. Cinta yang akan membuat semuanya lebih baik. Cinta terhadap apa yang telah kita miliki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar