Rabu, 23 Mei 2012

Outline Seminar "Save Our Earth"


Outline Seminar dan Workshop “Save Our Earth”
Disusun : Rosmalia Eva, S.Pd
(Hasil Seminar dan Workshop “Save Our Earth”)

1.  Pemateri : Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA
 (Menteri Negara Lingkungan Hidup)
2.  Judul     : Pelestarian Lingkungan dengan Pendekatan Ekonomi Hijau (Green
 Economy) dan Perubahan Perilaku Masyarakat
Tiga hal penting diperingatinya Hari Bumi yaitu:
a.    Hari bumi merupakan wujud rasa cinta dan tanggungjawab kita terhadap planet Bumi.
b.    Tahun ke-20 dimulainya komitmen dan langkah masyarakat dunia untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
c.    Green Economy: Does it include you? “Ekonomi Hijau: Ubah Perilaku, Tingkatkan Kualitas Lingkungan Hidup”
Bumi sebagai penyedia sumberdaya alam dan lingkungan hidup bagi pembangunan, sekaligus penyedia jasa bagi penampung dan pemulihan residua tau limbah akibat pembangunan. Hamper seluruh sungai di Indonesia telah tercemar dengan derajat yang berbeda-beda. Deforestasi mencapai 1,17 juta hektar per tahun. Terumbu karang 70% dalam kondisi rusak.
Indeks kinerja lingkungan hidup Indonesia berada pada peringkat 74 dari 132 negara dengan skor 52.29. pencemaran dan kerusakan lingkungan tersebut berdasarkan studi Bank Dunia yang dilakukan oleh Leitmenn et al (2009) telah menggerus 5% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Sumber penyebab pencemaran dan kerusakan lingkungan adalah perilaku manusia yang belum ramah terhadap lingkungan. Salah satu pendekatan yang marak dibicarakan adalah Ekonomi Hijau atau Green Economy.
Ekonomi hijau dapat diartikan sebagai ekonomi yang dapat menghasilkan kesejahteraan dan keadilan sosial umat manusia yang lebih baik, mengurangi resiko lingkungan dan kerusakan ekologis. Dalam konteks penerapannya di Indonesia, ekonomi hijau memiliki empat unsur yaitu:
a.    Pengentasan kemiskinan
b.    Pekerjaan yang layak
c.    Pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan
d.    Internalisasi lingkungan dalam semua aktivitas pembangunan (Pro Poor, Pro Jobs, Pro Growth and Pro Environment).
Konfrensi Tingkat Tinggi Pembanguna Berkelanjutan ini akan berlangsung pada akhir Juni 2012 atau yang dikenal sebagai Konferensi Rio+20, bertujuan untuk memperkuat komitmen global dalam implementasi pembangunan berkelanjutan pada semua tingkatan.

1.  Pemateri : Ketua Badan Informasi Geospasial
2.  Judul     : Peran Informasi Geospasial dalam rangka Melestarikan Bumi
Peran Informasi Geospasial dalam rangka menyelamatkan bumi adalah:
a.    Menyelamatkan bumi dapat dilakukan dengan melakukan pembangunan yang berwawasan lingkungan
b.    Memerlukan data dan informasi geospasial yang handal dan dapat dipertanggungjawabkan
Infrastruktur Informasi Geospasial Perpres No.85/2007
Google Earth
a.    Belum ditransformasi sehingga ketepatan geometrisnya belum terpenuhi.
b.    Hanya dapat dipergunakan untuk overview.
c.    Tidak dapat diolah sebagai data IG (Informasi Geospasial)
INA-Geoportal (http://maps.ina.sdi.or.id)
a.    Sudah ditransformasi sehingga geometrisnya dapat dipertanggungjawabkan dari sisi kaidah pemetaan, bentuk, dimensi, orientasi, skala dan resolusi.
b.    Dapat diolah lebih lanjut untuk kepentingan analisis keruangan

1.  Pemateri : Dekan FITB-ITB
2.  Judul     : Peningkatan Mutu SDM di Bidang “Ilmu Kebumian”
Fakultas Ilmu Teknologi Kebumian (FITB) di ITB membawahi empat program studi (prodi) untuk tahan sarjana yaitu Prodi Teknik Geologi, Teknik Geodesi dan Geomatika, Oseanografi dan Meteorologi.
Jika mahasiswa belum puas dengan studi di tingkat sarjana, mereka dapat melanjutkan program magister dan doktor. Prodi Sains Kebumian, Prodi Magister Teknik Air Tanah dan Magister Administrasi Pertanahan.

1.  Pemateri : Balitbang Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
2.  Judul     : Revitalisasi Pendidikan Geografi Pada Jenjang Pendidikan Dasar
  dan Menengah
RPJMN 20120-2014
Metodologi: pendidikan tidak lagi berupa pengajaran demi kelulusan ujian (teaching to the test), namun memperhatikan kemampuan sosial, watak, budi pekerti, kecintaan terhadap budaya-bangsa Indonesia.
Strategi Penyempurnaan Kurikulum:
a.    Penguatan terhadap pelaksanaan kurikulum yang berlaku di sekolah
b.    Penataan ulang kurikulum sekolah menjadi kurikulum tingkat nasional, daerah dan sekolah.
Untuk mendorong penciptaan hasil didik yang mampu menjawab kebutuhan SDM untuk mendukung pertumbuhan nasional dan daerah dengan memasukkan pendidikan kewirausahaan. Penguatan tersebut dengan menggunakan pendekatan belajar aktif.
Perubahan-perubahan yang harus terjadi pada KTSP
a.    Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah
b.    Perubahan pada kegiatan belajar mengajar
c.    Perubahan pada penilaian kelas
d.    Pelaksanaan remediasi dan pengayaan secara efektif
Revitalisasi Pendidikan Geografi
a.    Metodologi Pembelajaran Aktif/Kontekstual (Kurangi Ceramah)
b.    Memanfaatkan sumber belajar geografi yang melimpah
c.    Keterbatasan alat, meminta bantuan kepada Perguruan Tinggi Pamong
d.    Penguatan dan penataan kurikulum (pembenahan SK-KD jenjang SD, SMP, SMA dan struktur kurikulum sehari 3 mata pelajaran)
Permasalahan Pendidikan Geografi
Rutinitas hapalan dan sarana juga sumber belajar kurang memadai. Selain itu kurikulum kurang tepat sasaran (SMA IPA kelas 11 dan 12 TIDAK DAPAT)

1.     Pemateri : Budhy Andono Soenhadi
2.    Judul        : Penyiapan SDM untuk Implementasi UU Informasi Geospasial
Tantangan, Pengadaan Jaringan Kontrol Geodesi, Koordinasi penyelenggaraan IG tematik dan penyelenggaraan infrastruktur Informasi Geospasial
a.    Dengan luasnya wilayah Indonesia, perlu perluasan dan perapatan jaringan control geodesi untuk mendukung program pemetaan dasar
b.    Titik control geodesi dan stasiun pasang surut juga dimanfaatkan untuk kepentingan kebencanaan seperti Tsunami Early Warning System
c.    Penyelenggaraan IG Tematik dilakukan berbagai kementrian/lembaga sehingga perlu penyelarasan untuk menghindari tumpang tindih maupun gap
d.    Koordinasi anggaran sehingga sumberdaya nasional dapat teroptimalkan
e.    Standarisasi data untuk memungkinkan integrasi
f.    Standarisasi data untuk menjamin interopabilitas.
g.    Edukasi lembaga dan pemerintah daerah tentang pentingnya IG dan jaringan IG.
Kebutuhan SDM IG
Untuk memenuhi kebutuhan SDM IG di Lingkungan Pemerintah BIG menjadi Pembina jabatan fungsional di bidang IG, peninjauan ulang pedoman jabatan fungsional surveyor, peningkatan jumlah SDM yang menduduki jabatan fungsional di bidang IG dan pengkajian berkenajutan untuk peningkatan kualitas dan kuantitias jabatan fungsional di bidang IG.


KURIKULUM GEOGRAFI : Permasalahan dan Solusinya
Pemateri :
1.     Prof. Dr. Ir. Ketut Wikanta (Dosen Prodi Geodesi dan Geomatika ITB)
Hasil Workshop:
Geografi For All
Geografi adalah ilmu (cara) yang mempelajari, menjelaskan serta memahami objek dan (atau) fenomena-fenomena beserta hubungannya yang terjadi di atmosfer, biosfer, litosfer dan antroposfer (Wikanta, 2012).
Geografi mempunyai paradigm Sintesis-Holistik yang meliputi pendekatan, geografi fisik dan geografi manusia. Pendekatan sintesis-holistik ini meliputi statistic, analisis, model dan system informasi dan pendukungnya. Geografi fisik meliputi hidrologi, klimatologi, biogeografi, geomorfologi, meteorology dan pedologi. Sedangkan geografi manusia menitikberatkan kepada geografi sosial, geografi budaya, geografi ekonomi, behavioural geography, geografi politik dan geografi penduduk (Wikanta, 2012).
Perlunya sosialisasi yang lebih intensif terkait dengan pengembangan kurikulum pendidikan dasar dan menengah berbasis ilmu-ilmu kebumian (geografi) ke pihak eksekutif dan legislatif melalui asosiasi profesi/paguyuban bekerjasama dengan komunitas lainnya seperti perguruan tinggi. Serta perlu disusunnya naskah akademik sebagai dasar kuat untuk memberikan penjelasan terkait pentingnya pendidikan ilmu kebumian (geografi) pada pendidikan menengah.
Membangun kecerdasan geo-spasial sejak dini yang meliputi tiga pilar yaitu kecerdasan logic-matematik (member solusi secara logis), kecerdasan visual-spasial (pengenalan objek secara gambar/keruangan) dan kecerdasan naturalis (mengenal lingkungan). Hal itu dapat dilakukan dengan cara membangun dan memperkuat kegiatan-kegiatan ilmiah yang terkait dengan ilmu-ilmu kebumian melalui kegiatan ekstra-kurikuler, kompetensi/lomba (olimpiade), pembentukan pusat unggulan (COE) kebumian.

2.    Prof. Dr. Enok Maryani, M. Si (Dosen Geografi UPI dan Pendiri APGI)
Kurikulum Geografi
Pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai yang diperoleh dalam mata pelajaran geografi diharapkan dapat membangun kemampuan peserta didik untuk bersiakap, bertindak cerdas, arif dan bertanggungjawab dalam menghadapi masalah sosial, ekonomi dan ekologis.
Tujuan pembelajaran geografi dalam pengetahuan adalah untuk mengembangkan konsep dasar geografi yang berkaitan dengan pola keruangan dan proses-prosesnya, mengembangkan pengetahuan sumberdaya alam, peluang dan keterbatasannya untuk dimanfaatkan. Selain itu juga untuk mengembangkan konsep dasar geografi yang berhubungan dengan lingkungan sekitar dan wilayah Negara/dunia.
Tujuan pembelajaran geografi dalam keterampilan, guna untuk mengembangkan keterampilan lingkungan fisik, sosial dan binaan. Mengambangkan keterampilan, mengumpulkan, mencatat dan informasi yang berkaitan dengan aspek keruangan dan mengembangkan keterampilan analisis, sintesis, kecenderungan dan hasil dari interaksi berbagai gejala geografis.
Sikap yang diharapkan dimiliki oleh siswa adalah menumbuhkan kesadaran terhadap perubahan fenomena geografi yang terjadi di lingkungan sekitar, mengembangkan sikap melindungi dan tanggung jawab terhadap kualitas lingkungan hidup, mengembangkan kepekaan terhadap permasalahan dalam memanfaatkan sumberdaya, mengembangkan sikap toleransi terhadap perbedaan sosial dan budaya dan mewujudkan rasa cinta tanah air dan persatuan bangsa.
Dimensi literasi sain untuk menggunakan pengetahuan ilmiah, mengidentifikasi pertanyaan dan untuk menarik kesimpulan berdasarkan bukti dan membantu membuat keputusan tentang dunia alami dan interaksi manusia dengan alam.
Geografi wajib diajarkan di berbagai jenjang pendidikan termasuk jurusan IPA di SMA, dengan alas an akademik sebagai berikut:
a.    Linieritas keilmuan (Geografi UI, UGM dan Kebumian ITB) berada di bawah naungan IPA/Kebumian.
b.    Geografi bagian dari Geosains
c.    Kurikulum ilmu kebumian menuntu adanya standar informasi system, pemetaan, equilibrium dan stabilitas, pattern change, interconnectedness, connection, dan pemecahan masalah disiplin ilmu.
d.    Olimpiade kebumian: membutuhkan ilmu kebumian secara holistic dan integrativefantara fisikal, pengaruh dan manfaatnya bagi umat manusia.

3.    Dr. Budi Bramantyo (Dosen Prodi Geologi ITB)
Usulan Revitalisasi Kurikulum Geografi
Bagi pengembang kurikulum dan atau pihak yang akan membuat garis-garis besar standar isi geografi untuk satuan pendidikan SMA, hendaknya memperhatikan:
a.    Geografi secara disiplin ilmu akademik memiliki landasan filosopis yang sangat jelas serta body of knowledge yang dapat dipertanggungjawabkan.
b.    Pengembangan pendidikan karakter serta cinta tanah air/nasionalisme tidak mungkin terwujud tanpa melibatkan secara penuh mata pelajaran geografi. Kajian komprehensif mengenai tanah, air dan udara sangat jelas dibahas melalui objek kajian geografi.
c.    Pengerdilan muatan geografi di tingkat persekolahan, secara perlahan akan menurunkan semangat memiliki tanah air dan membutakan domain nasionalisme, berkurangnya rasa tanggung jawab terhadap kepemilikan potensi sumberdaya, yang pada akhirnya akan mengencam kedaulan Indonesia sebagai suatu Negara. Pengerdilan terhadap muatan geografi di tingkat persekolahan, dapat dikategorikan sebagai upaya sistematis untuk menghancuran bangsa.
d.    Objek material geogarfi, seperti litosfera, atmosfera, hidrosfer, antroposfer dan biosfer dengan beberapa ilmu bantunya akan dapat memberikan peletak dasar pengembangan peserta didik masa depan untuk melanjutkan ke berbagai program studi di perguruan tinggi.
e.    Pelajaran geografi sangat layak untuk diberikan kepada seluruh peserta didik SMA tanpa memilah secara dikhotomis IPA dan IPS. Struktur materi disesuaikan dengan karakteristik program. IPA lebih menitikberatkan kepada kajian sosial budaya sebagai produk interaksinya penduduk dengan lingkungan fisik.

Bandung, 22 Mei 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar